Soal-Soal CPNS Kumpulan Soal-soal CPNS 34 Kementerian

5Mar/140

Walikota Bekasi Tak Mau Tandatangani 838 Honorer yang Lolos

walikota bekasi tak tandatangani SK honorerHingga saat ini Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, belum mau menandatangani 838 honorer yang sudah dinyatakan lolos dalam seleksi CPNS Kategori dua (K2). Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji mengatakan hal itu sehubungan dengan validasi data yang mesti harus kembali dilakukan di setiap instansi. “Sampai sekarang ini Wali Kota belum mau menandatangani persetujuan 838 PNS yang sudah lolos itu karena memang harus kembali diverifikasi,” katanya, Rabu (26/2).

Pria yang akrab disapa Roy itu menambahkan, tidak saja 838 CPNS K2 yang telah lolos seleksi akan dilakukan verifikasi. Tetapi seluruh perserta seleksi tes CPNS yang tidak lolos sebagai PNS pun akan kembali masuk dalam tahap verifikasi ulang.

Banyak kemungkinan yang akan terjadi dalam verifikasi ulang ini, pasalnya kebijakan dalam pembuatan dokumen palsu bisa saja diketahui oleh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bahkan yang sangat disesalkan pemalsuan itu bisa saja disetujui secara langsung.

“Iya bisa saja kepala SKPD yang menyetujui akan dipanggil, untuk menjelaskan apakah dokumen yang disetujuinya benar atau tidak,” paparnya.

Lebih lanjut Roy mengungkapkan, sanksi yang akan dijatuhkan pada 838 PNS K2 terbukti memalsukan data maka penangguhan peningkatan status menjadi PNS akan dilakukan. Selain itu sanksi tegas juga akan dijatuhkan pada CPNS K2 yang sempat mengikuti tes seleksi jika terbukti melakukan pemalsuan data. “Mereka bisa langsung diberhentikan secara sepihak,” katanya tegas.

28Feb/140

Rekrutmen PNS di Manado banyak Disorot

kisruh cpns

Jeffry Edward Alibasya (Ketum Pemuda Muhammadiyah Sulut)

Akibat hasil pengumuman CPNS, terutama untuk kategori CPNS Honorer K2 yang tidak sesuai harapan, sempat terjadi aksi anarkis oleh beberapa oknum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Manado.

Menyorot kenyataan yang ada, Jeffry Edward Alibasya selaku Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara mengungkapkan keprihatinannya.

"Ini reaksi yang perlu kita teliti, kemungkinan para Sat Pol PP yang tidak lulus CPNS, khususnya honorer K2 sudah dijanjikan lebih. Namun kemudian mereka tidak lulus, inilah persoalannya, proses rekrutmen PNS harus bebas dari dominasi kepentingan politik tertentu, kalau begini jadinya ada indikasi para CPNS dieksploitasi untuk kepentingan elit politik tertentu," ujar Jeffry.

Lebih lanjut, Jeffry juga menambahkan bahwa perbuatan memanfaatkan PNS untuk kepentingan tertentu merupakan hal yang tidak baik.

Jeffry menyarankan agar pemerintah daerah dapat menyelesaikan resistensi masyarakat menyangkut dengan perekrutan CPNS yang ”bermasalah” saat ini.

”Tolong jangan dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan segelintir orang, apalagi pemerintah yang karena sengaja menanamkan investasi politik guna mau menguasasi masyarakat sebagai konstituen. Harusnya hal anarkis seperti ini tidak perlu ada, kedepan kami sarankan tolong pemerintah daerah memisahkan persoalan perekrutan CPNS dengan urusan politik praktis,” pungkas Jeffry.

Terkait dengan 182 CPNS honorer K2 yang tidak lolos penerimaan CPNS 2013, pihak Pemkot Manado telah menyurati KemenPAN&RB agar ada solusi yang diberikan.
Mungkin dapat disarankan, untuk meningkatkan peluang lulus ujian CPNS di tahun berikutnya, sebaiknya berlatih menggunakan CAT CPNS Software yang bisa anda dapatkan disini.

28Feb/140

182 CPNS Honorer K2 Tidak Lolos, Pemkot Manado Surati Kemenpan

Hasil pengumuman CPNS Honorer K2 menuai beragam reaksi di berbagai daerah. Bahkan, beberapa kericuhan juga sempat terjadi. Hal ini dikarenakan pengumuman CPNS Honorer K2 tersebut diduga sarat dengan kecurangan.

Para CPNS Honorer K2 yang tidak lolos merasa kecewa, karena mereka telah mengabdi hingga puluhan tahun dan hingga kini belum juga diangkat sebagai PNS. Mereka yang rata-rata sudah berumur juga mulai merasa resah.

Di Kota Manado, tercatat sekitar 182 CPNS Honorer K2 yang tidak lolos pada penerimaan CPNS 2013. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Manado segera mengambil sikap dengan secara resmi melayangkan surat pengajuan dan permohonan kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) agar tenaga honorer K2 yang tidak lolos CPNS dapat diakomodir.

Wawali Kota Manado, Harley AB Mangindaan mengatakan, "Berkisar 182 nama-nama honorer K2 yang belum lulus tahun ini telah kami kirim namanya ke pemerintah pusat dalam hal ini KemenPAN RB dan BKN. Surat perjuangan nasib para honorer K2 yang tak lolos ini dibawa langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado Pontoh Ventje Rudy."

”Tentu kami berharap kiranya pihak Kemenpan-RB dan BKN dapat membantu mereka para peserta K2 yang belum lolos sehingga dapat diakomodir,” lanjut Mangindaan di sela-sela kegiatannya di TPA Tuminting, Selasa (25/2).

cpns honorer k2

Mungkin dapat disarankan, untuk meningkatkan peluang lulus ujian CPNS di tahun berikutnya, sebaiknya anda berlatih menggunakan CAT CPNS Software yang bisa anda dapatkan disini.

15Feb/140

Faktor Penentu Diterima Tidaknya Honorer K2 Jadi CPNS

cpns k2

cpns k2Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sesuai jadwal akan mengumumkan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur tenaga honorer kategori II (K2) pada Rabu (5/2/2014).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar menegaskan, penentuan lulus tidaknya hasil tes CPNS kategori tenaga honorer K2 itu berdasarkan beberapa hal. Yakni, Passing Grade (nilai ambang batas) dan masa pengabdian honorer tersebut.

“Passing Grade ditetapkan Kementerian PAN-RB atas pertimbangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dengan memperhatikan pendapat Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri. Namun kelulusan tetap mempertimbangkan masa pengabdian tenaga honorer yang bersangkutan,” kata Menteri PAN-RB Azwar Abubakar melansir laman Sekretariat Kabinet, Selasa (4/2/2014).

Azwar menegaskan, dalam penetapan kelulusan memiliki beberapa pertimbangan, atau kebijakan afirmasi oleh Kementerian PAN-RB, seperti masa kerja dan usia.

Namun penentuan kelulusan juga melihat kebutuhan pegawai dalam formasi jabatan yang akan diisi. Bidang tugas dan wilayah penugasan dari tenaga honorer itu sendiri juga menjadi pertimbangan. “Meskipun mendapat perlakuan khusus, tapi kualitas tidak boleh dikesampingkan,” tegas Azwar.

Menurut Menteri PAN-RB, pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS sangat diprioritaskan untuk tenaga guru, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh, serta tenaga teknis/administrasi tertentu.

Selain itu, pengangkatan ini disesuaikan dengan kebutuhan instansi dan kemampuan keuangan negara sampai dengan tahun anggaran 2014.

Dijelaskan Azwar, jumlah tenaga honorer K-II yang mengikuti tes CPNS tercatat sebanyak 605.170 orang. Dari jumlah itu, 254.774 atau 42% diantaranya merupakan tenaga pendidik. Adapun tenaga kesehatan sebanyak 17.124 orang, tenaga penyuluh ada 5.585 orang, dan 327.696 orang, atau 54% merupakan tenaga teknis/administrasi.

Dia menyebutkan, dari berbagai masukan dan aspirasi daerah, yang paling banyak dibutuhkan daerah adalah tenaga kependidikan. “Karena itu kami mengalokasikan antara 40%-50% yang akan diterima menjadi CPNS,” tambah Azwar.

Menteri PAN-RB menegaskan, pengangkatan tenaga honorer K2 ini sejalan dengan ketentuan-ketentuan dari Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno menambahkan, dari total formasi tenaga honorer kategori I berjumlah 32.819 orang, yang telah diajukan pengusulan Nomor Identitas Pegawai (NIP)-nya ke BKN berjumlah 31.736 orang.

Dari jumlah tersebut, yang telah ditetapkan NIP-nya berjumlah 30.233 orang, dan tengah diselesaikan berjumlah 1.503 orang. Ada pun sisa formasi yang tidak diajukan oleh instansi pemerintah berjumlah 1.083 orang.

28Aug/130

Ketatnya Persaingan Tes CPNS. Mungkinkah Lulus Jadi CPNS?

pns

Ketatnya Persaingan Tes CPNS membuat sebagian calon pelamar merasa ragu-ragu akan kesempatan mereka untuk dapat lulus menjadi seorang CPNS. Padahal, setiap orang memiliki kesempatan yang sama. Perbedaan diantara mereka adalah SIAPA yang lebih siap dalam menghadapi ujian tersebut.

Beberapa Kementerian/Lembaga siap membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat yang tertarik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di September 2013 nanti. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sebagai kementerian yang diserahi tugas melaksanakan tes penerimaan CPNS ternyata juga mencari banyak PNS.

Menteri PAN-RB Azwar Abubakar memastikan jika penyeleksian tes masuk CPNS akan berlangsung ketat dan semua peserta diperlakukan sama.

Azwar Abubakar mengatakan bahwa tes masuk PNS akan sangat ketat. “Pertama, semua tes kompetensi dasar disiapkan Menpan. Jadi, sekarang semua yang masuk PNS, semua harus mengikuti tes PNS, semua sama,” demikian dipaparkan oleh MenPAN-RB, Azwar Abubakar.

Dia menyebutkan, pihaknya menyiapkan sedikitnya 20 ribu jenis soal yang akan diberikan tes secara acak yang terdiri dari soal LJK maupun tes komputerisasi.

"Inti soal itu, kompetensi dasar kepribadian, potensi akademik, wawasan kebangsaan. Baru setelah itu lewat kompetensi bidang tertentu," ujarnya.

Azwar meyakini tidak akan bocoran soal terkait ujian CPNS ini. Menurutnya, semua soal sudah diamankan secara rahasia. "Semua soal sudah dikunci. Jangan percaya ada bocoran," katanya.

Terkait pelaksaan tes, dia menambahkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan beberapa kampus, kepolisian ataupun LSM untuk menertibkan kelangsungan ujian tersebut.

"Pengawasan dari daerah masing masing-masing, ada polisi, ada konsorsium LSM juga," kata dia.

Agar dapat lulus dari penyaringan penerimaan CPNS, seorang pelamar harus memiliki persiapan dan modal yang besar. Modal besar tersebut adalah kesiapan fisik dan mental. Pelaksanaan ujian penerimaan CPNS memakan waktu berjam-jam sehingga menguras tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, diharapkan para pelamar CPNS telah membekali dirinya dengan latihan atau pembelajaran seputar soal-soal CPNS, yang meliputi TKD, TKU, TKB, dan lain sebagainya.

Sebagai sarana pembelajaran, disarankan untuk berlatih menggunakan latihan soal-soal ujian CPNS yang bisa anda peroleh disini. Anda juga dapat memperoleh software latihan soal CPNS sistem CAT.

28Aug/130

Mempersiapkan Syarat-Syarat Menjadi CPNS

Mempersiapkan Syarat-Syarat Menjadi CPNS menjadi tindakan wajib bagi anda yang ingin mengadu nasib menjadi seorang CPNS dan kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pengumuman penerimaan CPNS telah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Surat Edaran Nomor: SE/10/M.PAN-RB/08/2013. Dalam surat tersebutmenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar meminta calon pegawai negeri sipil (CPNS) agar menyiapkan diri dan siap memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.

Syarat-syarat menjadi cpns

Para abdi negara (PNS) - Sumber:makassar tribunnews

Berikut persyaratan dan dokumen pendukung minimal bagi para CPNS yang harus disiapkan:

  • Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Tahun dan nomor ijasah pendidikan terakhir
  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) transkrip nilai pendidikan terakhir
  • Berkas pasfoto digital warna berukuran 200 x 150 piksel dalam format JPEG (dengan nama ekstensi JPG) dan maksimal berukuran sebesar 30 KB
  • Berkas fotokopi digital ijasah dan transkrip dalam format PDF (dengan nama ekstensi PDF) dan maksimal berukuran 500 KB
  • Surat elektronik (Email) yang biasa dan selalu Anda akses secara berkala. Informasi khusus akan disampaikan melalui surat elektronik secara langsung
  • Judul dan abstrak tugas akhir / tesis / disertasi
  • Untuk pelamar lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah dari Dikti – Depdiknas, atau Surat Keterangan telah mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah

"Peserta diimbau melakukan registrasi lamaran melalui situs yang benar, mengisi formulir dengan benar dan lengkap. Kesalahan pengisian sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan berkas digital pendukung yang telah diunggah akan mengakibatkan ketidaklulusan pada tahap I (verifikasi administrasi)," demikian penjelasan yang disampaikan di dalam surat edaran tersebut.

Pastikan anda mengirimkan data faktual ketika mengirimkan berkas digital. Karena, kebenaran isian serta berkas digital yang diunggah akan dicek pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis. Ketidaksesuaian data akan mengakibatkan peserta digugurkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian tulis. Dalam proses verifikasi, panitia tidak memiliki (dan tidak diberi) wewenang untuk melakukan perubahan pada isian Anda.

 

Agar dapat lulus dari penyaringan penerimaan CPNS, seorang pelamar harus memiliki persiapan dan modal yang besar. Modal besar tersebut adalah kesiapan fisik dan mental. Pelaksanaan ujian penerimaan CPNS memakan waktu berjam-jam sehingga menguras tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, diharapkan para pelamar CPNS telah membekali dirinya dengan latihan atau pembelajaran seputar soal-soal CPNS, yang meliputi TKD, TKU, TKB, dan lain sebagainya.

Sebagai sarana pembelajaran, disarankan untuk berlatih menggunakan latihan soal-soal ujian CPNS yang bisa anda peroleh disini. Anda juga dapat memperoleh software latihan soal CPNS melalui link berikut ini dengan cashback.

5Jun/130

Angkat Honorer jadi CPNS Harus Adil

Soal-Soal CPNS Terlengkap

Pejabat daerah yang menangani proses pengangkatan tenaga honor, khususnya guru, menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) baik dari kategori 1 (K-1) dan atau K-2 diingatkan untuk berlaku adil dan tidak menjalankan tugasnya secara sewenang-wenang. ”Jangan sekali-kali melakukan penyimpangan sehingga merugikan tenaga honor karena mereka telah melaksanakan tugas bertahun-tahun tanpa kenal lelah walaupun penghasilan yang terimanya setiap bulan sangat memprihatinkan,” kata Sekretaris Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI-PGRI) Sumatera Utara usai menghadiri pertemuan 600-an guru honor Kota Medan di Hotel Madani, Medan.

Pertemuan ini diprakarsai pengurus PGRI Kota Medan untuk koordinasi sekaligus sosialisasi kode etik guru Indonesia kepada guru honor. Turut hadir Kadisdiksu, Kadisdik Kota Medan, Ketua PB-PGRI Pusat dan anggota Komite Pendidikan DPD RI, Prof Hj Damayanti Lubis.  Mahdi Ibrahim menyampaikan harapannya itu berdasarkan hasil pantauan dan laporan dari guru honor itu sendiri, termasuk yang terungkap dalam pertemuan tersebut. Untuk itu, dia berkata, “Kami minta masyarakat melakukan pengawasan. Demikian juga LSM dan unsur lainnya seperti DPD RI, DPRD, dewan pendidikan, PGRI dan DKGI.”

Disebutkan, pengawasan bukan saja terhadap pejabat pengelola kepegawaian di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, tetapi juga lebih penting terhadap pimpinan unit kerja, unit pelaksana teknis daerah (UPTD), kepala unit pelaksana teknis (KUPT), yayasan penyelenggara pendidikan dan kepala sekolah.  Pengawasan itu agar mereka tidak memberhentikan atau memecat tenaga honor yang telah lama mengabdi tanpa bukti pelanggaran disiplin yang prinsipil, termasuk pelanggaran kode etik profesi guru.  Dia mengharapkan pemerintah mempunyai beban tanggung jawab untuk menyelesaikan pengangkatan seluruh tenaga honor sampai 2014 baik K-1 maupun K-2.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan para tenaga honor yang data dasar (database) mereka sudah final agar senantiasa melakukan pemantauan melalui perangkat teknologi informasi, karena bisa dilihat secara online, agar tidak ada upaya penghapusan data oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.  Prioritaskan Kesejahteraan  Terhadap keluhan tenaga honor tentang penghasilan yang masih di bawah rata-rata upah minimum regional (UMR) daerah dan beban hidup harian yang kian berat, Mahdi Ibrahim yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (DPPSU) mendesak pemprov dan pemkab/pemko memprioritaskan kesejahteraan guru honor, termasuk guru non-PNS lainnya yang bertugas di sekolah umum, agama dan swasta.

Hal ini agar ada keadilan dan keseimbangan antara kewajiban dan hak. “Ini menjadi lebih penting ketika kita menilai kinerja pendidikan dan capaian mutu pendidikan di Sumut semakin tidak menggembirakan,” tuturnya.  Melihat fenomena menurunnya capaian mutu pendidikan akhir-akhir ini, menurutnya, kita menaruh perhatian dan harapan kepada pasangan gubernur terpilih terhadap perubahan dan penguatan visi dan arah pembangunan pendidikan li ang efektif antar daerah dan antar instansi terkait serta berangkat dari perencanaan yang visioner, terarah dan terukur,” tutupnya.

Soal-Soal CPNS Terlengkap

20May/130

Soal CPNS 2013: Pengangkatan Honorer K1 Jadi CPNS Diharapkan Tuntas di Mei

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menargetkan pengangkatan honorer kategori satu (K1) menjadi CPNS tahap dua tuntas akhir Mei. Selanjutnya, pemerintah akan memfokuskan pada penyelesaian masalah honorer kategori dua (K2).

“Kita berharap masalah honorer K1 tuntas Mei. Ini agar akhir Juni atau awal Juli, kita sudah bisa melakukan tes kompetensi dasar dan kompetensi bidang sesama honorer K2,” kata Nurhayati, asisten Deputi bidang Aparatur KemenPAN-RB saat menerima rombongan dari Kabupaten Seluma, Tegal, dan Pontianak di Media Center KemenPAN-RB, Jakarta.

Ditegaskannya, tidak ada lagi honorer K1 tertinggal ketika seluruh data yang ada (terutama yang ada pengaduannya) diperiksa baik lewat quality assurance (QA) maupun audit tujuan tertentu (ATT).

Saat ini proses pemeriksaan terhadap dokumen honorer yang bermasalah masih berlangsung. Bahkan setelah 32 instansi yang di ATT, masih muncul lagi ATT untuk 12 instansi yang juga bermasalah.

“Ini sudah yang terakhir pengangkatan honorer K1, semuanya sudah kita sisir. Kalau kemudian muncul honorer tertinggal kategori tiga, empat, lima, dan seterusnya itu patut dipertanyakan,” sergahnya.

Untuk penyelesaian honorer K2, selain harus dites dengan sesama K2, akan dilakukan uji kompetensi bidang. Uji kompetensi bidang ini dibagi tiga sesuai formasi honorer K2, yaitu tenaga guru, kesehatan, dan administrasi umum. Sedangkan kelulusannya ditentukan lewat passing grade (pemeringkatan).

Untuk diketahui, sebanyak 12 instansi baik pusat dan daerah diaudit lagi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ini setelah dari hasil verifikasi validasi (verval) dan QA) data honorer kategori satu (K1), ditemukan ada kejanggalan.

Kejanggalan itu menurut Naftalina Sipayung, asisten Deputi Koordinasi dan Evaluasi Sistem Manajemen SDM Aparatur, dilihat dari koleksi honorer K1 ke-12 instansi tersebut yang di atas 500 orang. Selain itu banyak pengaduan masyarakat termasuk honorer sendiri soal kebenaran data itu.

Adapun 12 instansi tersebut terdiri dari empat pusat dan delapan daerah, yaitu Kementerian Agama, Kementerian PU, Kementerian Kominfo, Kementerian Dikbud, Provinsi Banten, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Serang, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Okan Kemelir Ulu Timur, dan Kabupaten Lebak.

18Feb/130

Guru di Bawah Kementerian Agama (Kemenag) Resah

Sejumlah guru sertifikasi non Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri, mengeluhkan adanya pungutan sebesar Rp 100 ribu/orang untuk pengurusan Surat Keputusan (SK) Inpasing (penyetaraan guru negeri dan swasta). Apalagi jika pungutan itu diakumulasikan dengan sebanyak 400 guru, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi dari seorang guru menyebutkan, beberapa waktu lalu memang ada SK dari Kemenag yang intinya meminta iuran sebesar Rp 100 ribu untuk pengurusan SK Inpasing. Kalau hanya seorang guru, kata dia, nilainya memang hanya Rp 100 ribu dan rasanya tidak memberatkan. “Tapi kalau diakumulasi dengan total guru yang mencapai 400 orang, jumlahnya bisa puluhan juta,” katanya, Selasa (27/11).

Ditambahkan guru tersebut, kalau memang bentuknya hanya infaq, seharusnya tidak dipaksakan. Tapi yang terjadi kali ini, kesannya ada pemaksaan. Karena itu, sejumlah guru merasa keberatan. Apalagi kalau uang itu terkumpul dari sebanyak 400 orang guru. “Terus uang sebanyak itu untuk apa dan bagaimana kemudian pertanggunganjawabannya,” ujar dia.

Sementara itu Kasubag Humas Tata Usaha (TU) Kemenag Kota Kediri, Ahmad Zuhri yang dikonfirmasi terkait keluhan guru terhadap pungutan Rp 100 ribu, membantahnya. Iuran sebesar Rp 100 ribu tersebut bentuknya paksaan tapi sukarela. “Karena yang mengerjakan itu staf di Kemenag dan harus diselesaikan secepatnya. Makanya kami minta bantuan dari para guru dan seikhlasnya. Besaran itu maksimal Rp 100 ribu,” ujarnya.

Sebelum muncul keluhan, tambah Zuhri, para guru sertifikasi itu dikumpulkan dan diberi penjelaskan adanya peraturan Surat Keputusan Bersama (SKB) Lima Menteri yang mengharuskan semua guru sertifikasi di bawah naungan Kemenag,  melakukan pendataan Inpasing. “Karena waktunya yang mendesak, makanya kami minta bantuan iuran seikhlasnya kepada para guru dengan harapan pengurusanya dapat dipercepat,” katanya.

Karena, jika pada waktu yang ditetapkan pihaknya tidak juga mengirimkan data-data guru, maka pengurusan akan diambil alih oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag. “Jika yang melakukan pendataaan Kanwil, maka para guru yang ditempatkan di Kota Kediri, bisa saja disistem roling ke lembaga sekolah di seluruh Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara uang iuran dari para guru tersebut, kata Zuhri, digunakan untuk pengganti biaya kerja lembur para pegawai yang mengurusi SK Inpassing dan juga untuk pembelian kertas dan keperluan lainnya. “Dengan kerja lembur hingga malam hari, diharapkan pengurusan SK dapat segera selesai. Karena, kebutuhan ini juga untuk kepentingan para guru juga,” tutur dia.

Meski begitu, kata dia, kalau memang ada sejumlah guru yang merasa keberatan dengan iuran maksimal Rp 100 ribu, uangnya akan dikembalikan. Karena iuran itu bentuknya bukan paksaan. “Kalau bentuknya sukarela tapi masih ada yang keberatan, ya kami akan kembalikan,” janji Zuhri, sambil menambahkan jika saat ini  berkas para guru sudah diserahkan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur pada 26 November.

14Feb/130

Tidak Semua Sukwan Bisa Ikut Seleksi CPNS 2013

Sekda Kabupaten Tasikmalaya, H Abdul Kodir mengatakan hasil sementara verifikasi yang dilakukan terhadap tenaga sukwan di Kabupaten Tasikmalaya, baru sekitar 3.000 orang yang layak mengikuti seleksi yang akan digelar Kemenpan 2013. Sisanya, 5.000 orang sukwan tidak memenuhi syarat.

Ke-3000 sukwan tersebut, bukan hanya tenaga guru tetapi juga tenaga yang tersebar di setiap instansi di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Jumlah sukwan keseluruhan sesuai data Badan Kepegawaian Pendidikan Latihan Daerah (BKPLD) sebanyak 8.000 orang. Dari jumlah itu, sebagian besar berada di lingkungan Dinas Pendidikan sebagai tenaga pengajar atau guru.

Sebagian besar sukwan yang tidak bisa ikut seleksi PNS itu, diantaranya karena tidak memenuhi ketentuan yang diisyaratkan oleh Menpan. “Aturannya cukup ketat, sehingga tidak semua sukwan bisa ikut seleksi, umumnya dalam SK yang mengharuskan minimal tahun 2005,” katanya.

Informasi yang diperoleh tubasmedia.com, pekan lalu, Menpan akan menggelar tes penerimaan CPNS khusus sukwan pada tahun 2013. “Apakah semua sukwan yang memenuhi syarat sebanyak 3000 orang semuanya bisa langsung diangkat menjadi PNS. Keputusannya ada di Menpan dan Menteri Keuangan. Jika kondisi, keuangan memungkinkan, bisa saja ke-3000 sukwan yang lulus seleksi diangkat menjadi PNS“ kata Kodir.