Soal-Soal CPNS Kumpulan Soal-soal CPNS 34 Kementerian

28Aug/130

Penerimaan 60.000 CPNS Baru Dijanjikan Tanpa Sogokan

Penerimaan 60.000 CPNS baru yang akan dilaksanakan pada bulan September 2013 dijanjikan akan bersih dari aksi sogok menyogok. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri PAN-RB Azwar Abubakar yang menjadi pemangku hajat penerimaan CPNS di kantor BPPT, Thamrin, Senin (26/8/2013).

"Tidak mungkin (sogok menyogok). Sudah ada tanggal pastinya dan panitianya sudah banyak. Kasih tahu sama orang-orang tak bisa di sogok lagi kalau ada calo yang bisa meluluskan itu tidak mungkin," terang Azwar.

Menurut Azwar dalam praktek penerimaan PNS terdahulu banyak memang yang ditemukan masyarakat tertipu oleh sogok menyogok. Ia berharap tahun ini tak ada lagi laporan penipuan seperti itu.

"Jadi jangan percaya sama sekali. Ada yang mengatasnamakan waktu itu dari pegawai KemenPAN, masyarakat harus bayar Rp 50 juta. Itu tidak benar," tegasnya.

Lebih jauh Azwar menekankan selain suap menyuap, hal lain seperti titip menitip dari petinggi PNS juga tidak akan bisa. Pasalnya, CPNS nantinya harus mengerjakan soal sendiri secara langsung dan terlihat hasilnya dengan cepat.

"Anak saya sendiri saja tidak bisa itu. Anak saya lagi belajar psikotest, baca bukunya. Ayahnya tidak bisa bantu," tutur Azwar.

Mudah-mudahan penerimaan CPNS tahun 2013 kali ini, baik untuk penerimaan CPNS Pusat maupun CPNS Daerah benar-benar dapat bersih dari praktik sogok menyogok, suap menyuap, dan bawa membawa.

25Aug/130

Lowongan CPNS 2013 Segera Diumumkan oleh Pemda

Lowongan CPNS 2013 - Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) membagikan formasi CPNS terbaru untuk tahun penerimaan 2013. Pihak Kemen PAN-RB juga meminta kepada setiap instansi agar segera mengumumkan formasi lowongan tersebut kepada masyarakat umum.

Himbauan itu disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas (Karo Hukmas) Kemen PAN-RB M. Imanuddin. Dia menyebutkan banyak media yang bisa dipakai untuk mengumumkan lowongan formasi CPNS 2013. Mulai dari media cetak daerah setempat, website resmi, hingga pengumuman tempelan biasa tetapi dipasang hingga di kantor desa, kelurahan, hingga kecamatan.

“Pengumuman setidaknya berisi jabatan yang dibutuhkan, jumlahnya, akan ditempatkan dimana, dan kualifikasi minimalmya apa,” katanya.

Dia menyebutkan masih ada laporan bahwa instansi penerima kuota CPNS baru belum mengumumkan ke masyarakat. Padahal pengalokasian itu sudah dilakukan beberapa pekan lalu.

Imanuddin menyampaikan sampai saat ini masih bermunculan sejumlah pertanyaan dari warga masyarakat, baik melalui SMS, telepon, bahkan ada yang datang ke Kemen PAN-RB. Mereka menanyakan di mana mereka bisa mengetahui pengumuman itu, apakah di Kementerian PAN-RB atau di masing-masing instansi. “Selain itu, masyarakat banyak yang menanyakan lokasi dan jadwal ujian,” ujar dia.

Menurutnya pengumuman formasi atau lowongan CPNS merupakan upaya transparansi dalam penerimaan calon aparatur baru. “Masyarakat bisa mengetahu posisi pekerjaan apa yang sesuai dengan ijazahnya,” kata dia. Misalnya yang dibutuhkan sarjana ekonomi, tentu saja pelamar yang boleh mengikuti rangkaian ujian juga lulusan S1 ekonomi.

Imanuddin mengatakan seleksi CPNS tetap dijalankan secara bersih , objektif, dan jujur. Dia menegaskan pendaftaran CPNS baru tahun ini tidak dipungut biaya. Keputusan ini untuk mewujudkan upaya nyata reformasi birokrasi, khususnya di bidang SDM aparatur. “Diharapkan melalui cara-cara yang bersih ini, diharapkan bisa menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap PNS,”kata dia.

Tahun 2013 ini, pemerintah melakuakn rekrutmen CPNS melalui 5 jalur. Yakni jalur pelamar umum, honorer kategori 2, formasi khusus untuk dokter, seleksi untuk tenaga ahli tertentu yang tidak ada di lingkungan PNS, dan seleksi calon siswa ikatan dinas. Untuk pelamar umum dan tenaga honorer kategori 2 (TH2), dilakukan seleksi melalui tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Pelaksanaan tes untuk TH2, dengan sistem lembar jawaban komputer (LJK), sedangkan bagi pelamar umum dengan sistem kombinasi, LJK dan computer assited test (CAT).

Agar dapat lulus dari penyaringan penerimaan CPNS, seorang pelamar harus memiliki persiapan dan modal yang besar. Modal besar tersebut adalah kesiapan fisik dan mental. Pelaksanaan ujian penerimaan CPNS memakan waktu berjam-jam sehingga menguras tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, diharapkan para pelamar CPNS telah membekali dirinya dengan latihan atau pembelajaran seputar soal-soal CPNS, yang meliputi TKD, TKU, TKB, dan lain sebagainya.

Sebagai sarana pembelajaran, disarankan untuk berlatih menggunakan latihan soal-soal ujian CPNS yang bisa anda peroleh disini. Anda juga dapat memperoleh software latihan soal CPNS melalui link berikut ini dengan cashback.

Soal CPNS 2013

21Jul/130

Daftar 29 Kementerian dan 36 Lembaga yang Rekrut CPNS di 2013

Setelah menunggu sekian lama dan tersiar kabar ditundanya penerimaan CPNS 2013, akhirnya ada kabar gembira bagi para pelamar CPNS. Kabar gembira tersebut adalah kabar keputusan pemerintah yang membuka lowongan CPNS di 29 Kementerian dan 36 Lembaga Negara. Adapun formasi yang akan memenuhi lowongan CPNS tersebut ditetapkan sebanyak 20.000 orang.

Sementara itu, pemerintah daerah yang mendapatkan tambahan formasi CPNS 40.000 dari jalur umum, sebanyak 225, terdiri dari 33 pemerintah provinsi dan 192 kabupaten/kota.

Di bawah ini daftar kementerian dan lembaga yang akan membuka lowongan penerimaan CPNS dari jalur umum tahun 2013 yang dikutip dari berbagai sumber.

Kementerian

  • Kementerian Koordinator Bidang Polhukam
  • Kementerian Koordinator Bidang Kesra
  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
  • Kementerian Dalam Negeri
  • Kementerian Luar Negeri
  • Kementerian Pertahanan
  • Kementerian Hukum dan HAM
  • Kementerian Keuangan
  • Kementerian ESDM
  • Kementerian Perindustrian
  • Kementerian Perdagangan
  • Kementerian Pertanian
  • Kementerian Kehutanan
  • Kementerian Perhubungan
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  • Kementerian Kesehatan
  • Kementerian Pekerjaan Umum
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Kementerian Sosial
  • Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Kementerian Lingkungan Hidup
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
  • Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
  • Kementerian PANRB
  • Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal
  • Kementerian Perumahan Rakyat
  • Kementerian Pemuda dan Olahraga
  • Kementerian Sekretariat Negara

Lembaga

  • Arsip Nasional RI (ANRI)
  • Lembaga Administrasi Negara (LAN)
  • Badan Kepegawaian Negara (BKN)
  • Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS)
  • Badan Pusat Statistik (BPS)
  • Badan Inteljen Negara (BIN)
  • Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
  • Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN)
  • Badan Informasi Geospasial (BIG)
  • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
  • Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
  • Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
  • Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
  • Badan Pertanahan Nasional (BPN)
  • Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Badan Nasionala Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
  • Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
  • Badan SAR Nasional
  • Badan Narkotika Nasional (BNN)
  • Badan Standarisasi Nasional (BSN)
  • Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)
  • Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI (BNPT)
  • Kejaksaan Agung
  • Sekretariat Kabinet
  • Sekretariat Jenderal BPK
  • Sekretariat Jenderal DPR
  • Sekretariat Mahkamah Agung
  • Sekretariat Mahkamah Konstitusi
  • Sekretariat Komisi Yudisial
  • Sekretariat Komisi Nasional HAM
  • Sekretariat KPU
  • Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA)
  • PPATK
19May/130

Soal CPNS: Pelaku Penipuan Masuk PNS Dibekuk

Berhati-hatilah bila Anda diiming-imingi menjadi pegawai negeri sipil dengan membayar sejumlah uang. Di bondowoso, Jawa Timur, seorang ketua LSM dibekuk polisi karena menjanjikan status pegawai negeri sipil. Namun setelah pelaku menerima uang ratusan juta rupiah, korban tak juga menjadi pegawai negeri sipil.

Pelaku, M Saad, warga Desa Tegalpasir, Kecamatan Jambesari ditangkap tim Resmob Polres Bondowoso, Jumat (12/4), setelah menipu sejumlah orang dengan cara mengiming-imingi menjadi PNS dengan membayar sejumlah uang. Namun setelah ratusan juta dibayar, para korbannya tak juga menjadi PNS.

Untuk memperdayai para korbanya, tersangka menunjukan surat keputusan bupati dan buku-buku panduan prajabatan. Setelah membayar sejumlah uang, korbanya diberi seragam PNS dan disarankan untuk mengikuti pelatihan.

Permintaan sejumlah uang pada korbanya pun bervariatif. Ada yang mencapai Rp90 juta  ada yang Rp60 juta dan Rp30 juta. Korban juga diwajibkan lagi mengikuti pelatihan di Tretes, Pasuruan, dan hotel di Situbondo.

Sementara itu berdasarkan catatan di kepolisian, tersangka pernah divonis pengadilan dan menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2011.

Dalam kasus terdahulu, tersangka menjanjikan belasan korbanya untuk bekerja di Satpol PP Kabupaten Bondowoso.

Saat ini yang mengadukan kasus penipuan tersebut baru tiga korban.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa surat-surat keputusan bupati dan buku-buku panduan prajabatan, serta beberapa kwitansi pembayaran dari korban pada tersangka.

Dia akan dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

29Oct/120

Perekrutan CPNS dan Modal Politik

Perekrutan CPNS - Tahun depan pemerintah berencana mencabut moratorium perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan akan langsung merekrut 250 ribu CPNS. Menteri pendayagunaan aparatur negara menilai, moratorium cukup diterapkan dua tahun dan selanjutnya pemerintah akan kembali merekrut CPNS setiap tahun.

Tidak ada yang salah dengan perekrutan CPNS sepanjang hal tersebut dilakukan untuk kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang lebih baik. Perekrutan CPNS juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan efeknya terhadap keuangan negara. Sebab, dengan sistem pensiun yang berlaku saat ini, PNS masih akan tetap membebani keuangan meski telah pensiun. Namun, perekrutan CPNS yang dilakukan tahun depan layak dikritisi. Itu disebabkan alasan kurangnya jumlah PNS tidak didasarkan kepada analisis beban kerja masing-masing kementerian dan lebih-lebih dari pemerintah daerah.

Belum lama ini wakil menteri pendayaan aparatur negara (Men PAN) dalam sebuah diskusi mengatakan, banyak instansi pusat dan daerah yang memanfaatkan jeda moratorium perekrutan CPNS tahun ini tanpa me­lampirkan analisis beban kerja di instansinya. Mayoritas CPNS yang diusulkan juga didominasi tenaga ad­ministrasi, formasi yang kurang memberikan efek langsung terhadap pelayanan publik.

Kita tentu memahami bila Kementerian Keuangan mengusulkan perekrutan CPNS untuk tenaga perpajakan dan bea cukai yang diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara. Kita juga paham bila Kementerian Hukum dan HAM mengusulkan perekrutan sipir penjara, Kementerian Kesehatan merekrut dokter dan perawat untuk daerah perbatasan. Demikian pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merekrut tenaga guru untuk menggantikan puluhan ribu guru inpres angkatan 1980-an yang memasuki usia pensiun secara serentak pada tahun ini dan tahun depan.

Namun, temuan Kemen PAN membuktikan bahwa perekrutan CPNS umumnya diusulkan kepala daerah yang baru saja memenangi pilkada. Dalam perekrutan tersebut, banyak kepala daerah yang mengusulkan tenaga honorer yang sejatinya adalah tim suksesnya selama pilkada. Perekrutan CPNS dijadikan oleh kepala daerah untuk politik balas budi. Melihat tren tersebut terjadi di daerah, kita patut khawatir perekrutan CPNS tahun depan akan digunakan sebagai modal politik partai yang berkuasa untuk kembali menuai dukungan di Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014. Sebab, para CPNS yang akan direkrut tahun depan bakal menerima SK PNS pada awal 2014. Itu bearti akan ada jutaan orang yang merasa berutang budi kepada pemerintahan dan partai yang berkuasa saat ini. Bila satu orang CPNS membawa kebahagiaan bagi minimal enam orang, itu berarti akan ada tambahan 1,5 juta suara yang bisa digaet partai politik dan calon presiden yang mengklaim perekrutan CPNS adalah jasanya.

Kita berharap, pemerintah tidak serampangan merekrut CPNS bila tidak berdampak langsung kepada penerimaan negara dan perbaikan pelayanan publik. Analisis beban kerja dan analisis jabatan yang akuntabel harus menjadi dasar dalam setiap perekrutan CPNS.