Soal-Soal CPNS Kumpulan Soal-soal CPNS 34 Kementerian

28Feb/140

Rekrutmen PNS di Manado banyak Disorot

kisruh cpns

Jeffry Edward Alibasya (Ketum Pemuda Muhammadiyah Sulut)

Akibat hasil pengumuman CPNS, terutama untuk kategori CPNS Honorer K2 yang tidak sesuai harapan, sempat terjadi aksi anarkis oleh beberapa oknum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Manado.

Menyorot kenyataan yang ada, Jeffry Edward Alibasya selaku Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara mengungkapkan keprihatinannya.

"Ini reaksi yang perlu kita teliti, kemungkinan para Sat Pol PP yang tidak lulus CPNS, khususnya honorer K2 sudah dijanjikan lebih. Namun kemudian mereka tidak lulus, inilah persoalannya, proses rekrutmen PNS harus bebas dari dominasi kepentingan politik tertentu, kalau begini jadinya ada indikasi para CPNS dieksploitasi untuk kepentingan elit politik tertentu," ujar Jeffry.

Lebih lanjut, Jeffry juga menambahkan bahwa perbuatan memanfaatkan PNS untuk kepentingan tertentu merupakan hal yang tidak baik.

Jeffry menyarankan agar pemerintah daerah dapat menyelesaikan resistensi masyarakat menyangkut dengan perekrutan CPNS yang ”bermasalah” saat ini.

”Tolong jangan dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan segelintir orang, apalagi pemerintah yang karena sengaja menanamkan investasi politik guna mau menguasasi masyarakat sebagai konstituen. Harusnya hal anarkis seperti ini tidak perlu ada, kedepan kami sarankan tolong pemerintah daerah memisahkan persoalan perekrutan CPNS dengan urusan politik praktis,” pungkas Jeffry.

Terkait dengan 182 CPNS honorer K2 yang tidak lolos penerimaan CPNS 2013, pihak Pemkot Manado telah menyurati KemenPAN&RB agar ada solusi yang diberikan.
Mungkin dapat disarankan, untuk meningkatkan peluang lulus ujian CPNS di tahun berikutnya, sebaiknya berlatih menggunakan CAT CPNS Software yang bisa anda dapatkan disini.

13Jan/140

Penerimaan CPNS 2014 Dibuka Sekarang

penerimaan ujian cpns 2014

Ribuan pelamar CPNS sedang mengikuti ujian.

Pemerintah bakal menjaring Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2014 ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar meminta para peserta seleksi CPNS tahun anggaran 2013 yang tidak diterima untuk kembali mempersiapkan diri mengikuti tes serupa yang tahun 2014 ini.

"Seleksi CPNS tahun 2014 direncanakan tes akan dilangsungkan bulan Juni atau Juli, sehingga masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk belajar lagi," kata Azwar seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Senin (13/1/2014).

Khusus terhadap peserta seleksi CPNS dari jalu tenaga honorer kategori 2 (gaji dan pendapatannya tidak dibayar melalui APBN/APBD) yang tidak memenuhi passing grade, Azwar meminta untuk bijak dalam memperlakukan mereka.

"Yang pasti, sudah tidak ada lagi yang namanya tenaga honorer. Kalau pemerintah daerah masih membutuhkan tenaganya, sebaiknya diikat dalam bentuk kontrak," tegas Azwar.

Ia menegaskan, seleksi CPNS tahun 2013 yang telah dilaksaksanakan secara bersih, obyektif, transparan, adil, bebas dari KKN, merupakan reformasi birokrasi yang harus didukung oleh semua pihak. Dengan cara itu, negara mendapatkan banyak keuntungan.

Pertama, negara akan mendapatkan CPNS dari pemuda-pemudi terbaik bangsa, melalui cara-cara yang fair. Tidak ada titip menitip, tidak ada KKN. Semua elemen masyarakat mendapat kesempatan sama, sehingga yang menjadi PNS bukan lagi anak atau saudara pejabat.

"Anak petani, anak tukang bangunan dan lain-lain, mendapat kesempatan yang sama," ujar Azwar.

Selain itu, negara juga akan meraih kembali kepercayaan publik, khususnya dari kalangan pemuda. Azwar menyebut, mereka tidak lagi berpikir bahwa asal mempunyai uang bisa nyogok untuk jadi PNS, tetapi kalau mau lulus menjadi CPNS harus belajar.

25Aug/130

Pengumuman dan Pendaftaran Penerimaan CPNS pada 1-20 September

Pengumuman dan Pendaftaran Penerimaan CPNS pada 1-20 September merupakan kabar terbaru yang dilansir oleh Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada 19 Agustus 2013 lalu. Di dalam situs resmi Setkab disebutkan bahwa pengumuman dan pendaftaran penerimaan CPNS jalur umum pada 2013 akan dilaksanakan pada 1-20 September 2013.

Penerimaan CPNS 2013

Selengkapnya, anda dapat membaca laporan yang disampaikan dan dirilis oleh media resmi pemerintah tersebut.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah menyusun jadwal seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum. Menurut jadwal yang dirilis Kementerian PAN-RB itu, pengumuman dan pendaftaran penerimaan CPNS jalur umum pada 2013 akan dilaksanakan pada 1-20 September mendatang.

Adapun pelaksanaan ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) akan dilaksanakan pada 29 September untuk pelamar umum yang mengunakan sistem komputer atau Computer Assested Test (CAT), untuk yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) bagi pelamar umum dan Tenaga Honorer Kategori II dilaksanakan 3 November, dan untuk CPNS yang berasal dari jalur sekolah kedinasan akan dilaksanakan pada antara September – Oktober, tahun ini.

Pada minggu pertama sampai minggu keempat November akan dilaksanakan pengolahan hasil TKD dan TKB, selanjutnya pada minggu keempat November dan minggu ketiga Desember akan dilakukan pengumuman hasil seleksi CPNS.

Terima Master Soal                                         

Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar telah menerima master soal Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) untuk Ujian CPNS tahun 2013, yang yang disusun oleh Konsorsium 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Penyerahan master soal yang dilakukan di Kementerian PAN-RB, Senin (19/08), dihadiri oleh tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Pengadaan CPNS antara lain dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Kemendikbud, Puspendik, BKN, BPPT, BIN, dan konsorsium PTN.

Master soal tersebut kemudian oleh Menteri PANRB diserahkan kepada Tim dari Puspendik untuk diverifikasi dan divalidasi untuk keakuratan dan kelayanakan.

Dalam kesempatan tersebut Menteri PAN-RB Azwar Abubakar selaku ketua tim pengarah Panselnas pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), mengapresiasi tim konsorsium karena telah membantu Tim Panselnas dalam menyusun soal tes CPNS tahun 2013.

Azwar Abubakar yang juga memimpin acara penyerahan tersebut menegaskan, agar seluruh tim kerja Panselnas tahun 2013 segera menyiapkan perangkat pelaksanaan dan pedoman, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Serta melaporkan progress setiap tahapannya dengan memperhatikan jadwal yang sudah direncanakan.

Saya berharap penerimaan CPNS dapat menjadi pondasi pembentukan PNS profesional dan birokrasi Indonesia yang modern menuju birokrasi kelas dunia,” tukas Azwar.

Sementara itu secara teknis Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja menyampaikan bahwa pelaksanaan tes CPNS dibagi dalam dua metode, yaitu sitem yang menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK) dan sistem Computer Assested Test (CAT).  Bagi yang melaksanakan sistem CAT, Tes CPNS akan dimulai pada tanggal 29 September 2013. Ada 19 Kementerian dan Lembaga yang telah mendaftar untuk difasilitasi pelaksanaan tes CPNS 2013 dengan sistem CAT,” ujar Setiawan Wangsaatmaja.

Tes CPNS melalui sistem LJK baik dari kategori 2 maupun pelamar umum direncanakan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 3 November 2013.

Sementara itu Sekretaris Menteri PAN-RB Tasdik Kinanto pada kesempatan tersebut menghimbau kepada para pelamar yang ikut Ujian CPNS baik dari pelamar umum, Honorer K2, jangan terkecoh dan terbujuk rayu, iming-iming  orang bisa meluluskan menjadi CPNS, itu tidak benar.  Sebab kementerian PANRB sudah banyak menerima laporan semacam itu. “Lebih baik laporkan saja ke Kementerian PANRB apabila ada orang yang menyatakan demikian" tegas Tasdik Kinanto.

Ditambahkannya pengadaan CPNS tahun 2013 ini dilakukan secara terbuka dan transparan, dari segi kelulusan nanti juga akan diumumkan secara terbuka di media massa. Yang perlu disiapkan oleh para peserta Tes, belajar sungguh-sungguh dan focus. (Humas Menteri PAN-RB/ES)

Pengumuman dan Penerimaan CPNS 2013

Agar dapat lulus dari penyaringan penerimaan CPNS, seorang pelamar harus memiliki persiapan dan modal yang besar. Modal besar tersebut adalah kesiapan fisik dan mental. Pelaksanaan ujian penerimaan CPNS memakan waktu berjam-jam sehingga menguras tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, diharapkan para pelamar CPNS telah membekali dirinya dengan latihan atau pembelajaran seputar soal-soal CPNS, yang meliputi TKD, TKU, TKB, dan lain sebagainya.

Sebagai sarana pembelajaran, disarankan untuk berlatih menggunakan latihan soal-soal ujian CPNS yang bisa anda peroleh disini. Anda juga dapat memperoleh software latihan soal CPNS melalui link berikut ini dengan cashback.

Soal CPNS 2013

20May/130

Antisipasi Kecurangan Penerimaan CPNS Pemrov Jalin Kerjasama

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berencana menjalin kerja sama antara dua lembaga hukum selama dalam proses penerimaan CPNS2013 yang dihelat Juli mendatang.Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Tau Toto Tanaranggina.

Menurutnya, kerjasama tersebut dilakukan sebagai transfaransi serta mencegah terjadinya bentuk kecurangan yang dapat menciderai proses seleksi CPNS.

Namun kendati demikian, sebelum kerjasama itu direalisasikan, pihak Pemprov terlebih dulu harus menerima apa hasil keputusan dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) prihal jumlah kuota CPNS yang bakal diterima.

“Kita juga tidak bisa serta merta membangun kerjasama dengan instansi lain sebelum ada jawaban dari pusat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, apa yang menjadi permintaan pihak Menpan dan BKN, terkait seberapa besar usulan jumlah kouta CPNS yang akan diterima tahun ini di lingkup Pemprov Sulsel.

Hal itu, lanjut Toto semuanya sudah terpenuhi bahkan seluruh berkas yang diminta sudah dilengkapi sebelum kemudian dikirim ke pusat.

“Yang perlu dibahas saat ini adalah berapa jumlah kuota Sulsel yang akan disetujui. Bukan membahas soal seperti apa tindaklanjut dalam mengantisipasi kecurangan atau penyimpangan pada CPNS tahun ini,” katanya.

Menurutnya, jika dalam proses penyeleksian penerimaan CPNS terdapat kecurangan, secara otomatis pihak Pemprov pasti akan melaporkan kasus tersebut kepihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian.

Sebaliknya pun begitu, jika pihak kejaksaan menemukan adanya indikasi penyimpangan ataupun suap, hal itu menjadi kewenangannya.

“Sehingga kami memastikan proses penerimaan CPNS tahun ini akan berlangsung ketat. Tak konpensasi, mau dia anak pejabat, semuanya tetap mematuhi aturan yang berlaku,” terangnya.

Adapun mengenai dimana masyarakat ataupun pendaftar CPNS bisa memperoleh informasi mengenai formasi, atau jurusan apa saja yang diterima.

Kepala Kesbangpol Sulsel itu mengaku, akan mengumumkan pendaftaran CPNSmelalui wibesaite BKD Sulsel.

“Bukan hanya itu, pengumuman pendaftaran juga akan kita tempel di papan pengumunan di setiap SKPD,” katanya. (Rud)

20Jan/130

Basuki Ragukan Transparansi Rekrutmen CPNS/CASN DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyoroti proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) Pemprov DKI Jakarta yang menurutnya masih bisa diakal-akali. Dia meminta sistem rekrutmen yang transparan. Dalam rapat dengan Badan Kepegawaian Daerah, seperti yang ditayangkan di YouTube berjudul “22 Nov 2012 Gub & Wagub menerima paparan BKD”, Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Basuki mendapat penjelasan soal rekrutmen CPNS/CASN di Pemprov DKI.

Kepala BKD Budhihastuti menjelaskan, Pemprov DKI sudah menggunakan e-recruitment berbasis IT. Pelamar, kata dia, mencapai 24.000 orang. Namun, yang dibutuhkan hanya 5.000 CPNS/CASN. “Tes dilakukan di Gelora Bung Karno dengan anggaran Rp 3 miliar,” jelas Budhihastuti.

Basuki pun menanyakan terkait prosesnya apakah sudah terkomputerisasi. Menurut Kepala BKD DKI belum. Hasil lembar jawaban masih diserahkan ke perguruan tinggi untuk penilaian. Basuki pun menyebut hal itu rawan kecurangan.

“Itu tidak transparan. DKI itu sudah ada sistem. Jadi, ujian itu tidak transparan. Saya tukangnya ngatur-ngatur nilai itu semua. Digeser-geser nilainya. Tanya ke Pak Taufik Effendy sebagai (mantan) Menteri PAN. Jadi dikasih ke PT, oknum juga main di sana,” ujar Basuki.

Basuki meminta sistem rekrutmen CPNS/CASN benar-benar elektronik. Jika tidak, Basuki menegaskan tidak boleh ada perekrutan CPNS/CASN di Pemprov DKI.

“Kalau hasilnya dibawa, sistem komputerisasi, itu pasti bohong. Itu semua main. Jadi, saya izin Pak Gubernur kalau sistemnya masih seperti itu, enggak boleh ada rekrutmen,” kata Basuki kepada Jokowi yang duduk di sebelahnya.

Menurut Basuki, DKI harus menjadi contoh semua daerah di Indonesia sebagai provinsi yang paling transparan merekrut CPNS/CASN. “Jadi, enggak boleh ada rekrutmen dengan kirim data hasil ujian, bohong semua,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Budhihastuti menyatakan akan melakukan yang diminta Wagub. Namun, pengadaan komputernya baru diusulkan pada 2013.

Basuki pun memberi solusi bahwa BKD DKI bisa meminjam fasilitas Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk ujian. Dengan begitu, hasil ujian bisa langsung dilihat tanpa ada kecurangan.

“Di luar DKI aja bayar Rp 150 juta, apalagi DKI. Saya bukan menuduh siapa-siapa, tapi ini bukan soal uang, tapi soal sistem,” ucap Basuki. Agar tidak membeludak, lanjut Basuki, ujian bisa diatur tidak serentak. Soal pun bisa diacak komputer sehingga urutan soal tidak ada yang sama.

29Oct/120

Perekrutan CPNS dan Modal Politik

Perekrutan CPNS - Tahun depan pemerintah berencana mencabut moratorium perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan akan langsung merekrut 250 ribu CPNS. Menteri pendayagunaan aparatur negara menilai, moratorium cukup diterapkan dua tahun dan selanjutnya pemerintah akan kembali merekrut CPNS setiap tahun.

Tidak ada yang salah dengan perekrutan CPNS sepanjang hal tersebut dilakukan untuk kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang lebih baik. Perekrutan CPNS juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan efeknya terhadap keuangan negara. Sebab, dengan sistem pensiun yang berlaku saat ini, PNS masih akan tetap membebani keuangan meski telah pensiun. Namun, perekrutan CPNS yang dilakukan tahun depan layak dikritisi. Itu disebabkan alasan kurangnya jumlah PNS tidak didasarkan kepada analisis beban kerja masing-masing kementerian dan lebih-lebih dari pemerintah daerah.

Belum lama ini wakil menteri pendayaan aparatur negara (Men PAN) dalam sebuah diskusi mengatakan, banyak instansi pusat dan daerah yang memanfaatkan jeda moratorium perekrutan CPNS tahun ini tanpa me­lampirkan analisis beban kerja di instansinya. Mayoritas CPNS yang diusulkan juga didominasi tenaga ad­ministrasi, formasi yang kurang memberikan efek langsung terhadap pelayanan publik.

Kita tentu memahami bila Kementerian Keuangan mengusulkan perekrutan CPNS untuk tenaga perpajakan dan bea cukai yang diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara. Kita juga paham bila Kementerian Hukum dan HAM mengusulkan perekrutan sipir penjara, Kementerian Kesehatan merekrut dokter dan perawat untuk daerah perbatasan. Demikian pula, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merekrut tenaga guru untuk menggantikan puluhan ribu guru inpres angkatan 1980-an yang memasuki usia pensiun secara serentak pada tahun ini dan tahun depan.

Namun, temuan Kemen PAN membuktikan bahwa perekrutan CPNS umumnya diusulkan kepala daerah yang baru saja memenangi pilkada. Dalam perekrutan tersebut, banyak kepala daerah yang mengusulkan tenaga honorer yang sejatinya adalah tim suksesnya selama pilkada. Perekrutan CPNS dijadikan oleh kepala daerah untuk politik balas budi. Melihat tren tersebut terjadi di daerah, kita patut khawatir perekrutan CPNS tahun depan akan digunakan sebagai modal politik partai yang berkuasa untuk kembali menuai dukungan di Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014. Sebab, para CPNS yang akan direkrut tahun depan bakal menerima SK PNS pada awal 2014. Itu bearti akan ada jutaan orang yang merasa berutang budi kepada pemerintahan dan partai yang berkuasa saat ini. Bila satu orang CPNS membawa kebahagiaan bagi minimal enam orang, itu berarti akan ada tambahan 1,5 juta suara yang bisa digaet partai politik dan calon presiden yang mengklaim perekrutan CPNS adalah jasanya.

Kita berharap, pemerintah tidak serampangan merekrut CPNS bila tidak berdampak langsung kepada penerimaan negara dan perbaikan pelayanan publik. Analisis beban kerja dan analisis jabatan yang akuntabel harus menjadi dasar dalam setiap perekrutan CPNS.